Solusi Praktis Berkomunikasi

cs-bangun-pagi2Waktu menunjukkan pukul 11.30 saat terbangun panik di tengah malam, aku baru ingat tugas akuntansi yang harus dikirim ke email dosen maksimal jam 12 malam, ngga boleh terlambat! Sanksinya nilai tugas akan dikurangi 1 poin untuk setiap menit yang berlalu dari deadline tugas.

Teman sekelompokku, Stefi, dia yang terakhir mengerjakan tugas ini jadi aku harus menghubungi dan meminta tolong supaya dia mengirimkan data tugas kelompok ke email dosen. Aku meraih handphone, mencari namanya di daftar kontak, dan melakukan panggilan namun gagal. Aku coba lagi dan gagal lagi.

“Aneh, padahal sinyalku penuh.”

Dari luar kamar terdengar suara pertandingan bola, tiba-tiba aku baru ingat pulsa terakhir sudah dipake untuk sms kuis bola sebelum tidur padahal aku perlu pulsa untuk menelpon.

“Aduh kacau… gimana nih?!? Mana ada yang jual pulsa tengah malam.”

Tiba-tiba aku teringat pada layanan pulsa elektrik pojok pulsa yang diceritakan kakak. Aku langsung keluar kamar dan berlari menuju ke ruang tamu menghampiri kakak yang sedang menonton bola.

“Kak, aku mau telepon teman kelompok supaya dia kirim tugas ke email dosen, tolong kirim pulsa ke nomorku ya.”

Capture9_48_51Kurang dari 1 menit ada sms notifikasi pulsa yang masuk dan aku langsung menghubungi Stefi untuk mengirimkan tugas ke email dosen kami. Fiuuhhh… Lega rasanya 😀

“Terima kasih, kak” 😀

Aku ikut nonton bola sambil mendengarkan cerita teman kakak yang bergabung sebagai member pojok pulsa yang praktis dan mendapatkan penghasilan tambahan. Sekarang banyak orang menghubungi dia untuk beli pulsa murah, dia melayani sekitar 20 transaksi setiap harinya dengan rata-rata keuntungan Rp 1.000 setiap transaksi maka dia mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp 600.000 per bulan. Dengan penghasilan ini dia bisa menyiapkan surprise dan mengajak makan pacarnya yang akan berulang tahun bulan depan.

 

Pernah mengalami kejadian serupa dengan pengelamanku di atas? atau ingin mendapatkan penghasilan tambahan seperti kakakku?

Beli pulsa di kounter? Ngga praktis!! Bagaimana kalau lagi mager (males gerak), mau keluar rumah tapi hujan deras atau lokasi kounter pulsa jauh, apalagi sering lupa mau ke kounter pulsa dan ngga sempat. Padahal lagi ngerjain hal yang mendesak sehingga butuh pulsa saat ini juga. Oleh karena itu, pojok pulsa hadir di handphone kamu dengan bergabung menjadi member pojok pulsa (caranya mudah dan gratis) dengan mendaftar di sini.

website

Ga ada ruginya jadi member… Dipake sendiri untung, dijual juga untung 😀
Semua orang butuh pulsa untuk sms, telepon, facebook, twitter, dan lain-lain ibarat kebutuhan primer sehingga menjual pulsa sangat mudah dan biasanya mereka memiliki lebih dari 1 handphone. Promosi ke siapa? Coba liat handphonemu dan cek daftar kontak, mereka semua menggunakan handphone maka mereka semua (teman-teman di kampus, organisasi, tempat kerja, dan lain-lain) adalah orang yang paling dekat denganmu dan butuh pulsa. Aku sudah mencoba pojok pulsa dengan 3 benefit utama :

  1. Prosedur praktis
    Mulai dari mendaftar member, deposit pulsa, sampai isi pulsa dapat dilakukan dengan format yang mudah dan simple. Daftar sekali di awal (gratis), lalu kita diberikan ID dan Pin. Pin dapat diubah dan selalu digunakan untuk melakukan transaksi. Format yang paling sering digunakan ada tiga yaitu cek saldo (format : S.PIN), deposit pulsa (format : TIKET.NOMINAL.PIN), dan transaksi pengiriman pulsa (format : KODE.TUJUAN.PIN).
  2. Fitur lengkap
    Pojok pulsa menyediakan banyak fitur yang berguna seperti daftar gratis, komisi fleksibel (kamu bisa mendapatkan komisi tambahan melalui downline), besarnya deposit bebas dan dapat digunakan tanpa masa kadaluarsa, fitur aplikasi Java, transaksi via YM & Gtalk serta laporan rekap transaksi kamu di pojok pulsa melalui webreport.
  3. Harga murah
    Pulsa tersedia untuk semua jenis provider dengan harga yang kompetitif, lebih murah dari layanan sejenis. Selain itu, kamu juga bisa membeli pulsa token PLN dan voucher game lho…

Market sudah ada dan sistem juga siap… Ayo bergabung menjadi member Pojok Pulsa sebagai server pulsa elektrik terpercaya yang telah melayani selama 4 Tahun dengan pengalaman menangani puluhan juta transaksi pengisian voucher elektrik sampai saat ini dan selalu setia melayani Usaha Pulsa Elektrik kamu dengan professional. Tujuan Pojok Pulsa ialah untuk membantu memudahkan pengisian voucher elek 😀

Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:

Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

Advertisements

Indonesian Young Entrepreneurs

entrepreneurship

The size of Indonesian youth is more than 60% of total Indonesian population. This is opportunity for Indonesia because it has big amount of human resource, especially productive one. The main problem is currently Indonesia is still lack of entrepreneur. The number of successful entrepreneurs who is able to drive the economy in Indonesia is currently only at 3.74 million people (1.56%) of the 240 million population of Indonesia in 2012.

This number is increased significantly from the previous one only about 576.000 entrepreneurs in 3 years ago, however this number is still below 2% which is an ideal comparative number in developing countries like Indonesia. The government has made a target forward to reach 2% of the total population or about 5 million people to become entrepreneurs.

If we compare with neighbor countries such as Malaysia and Singapore who had sped away at around 5 percent of the total population, it affect positive correlated to economic growth and progress of the nation. According to expert’s opinion, for the next 2-3 years there will be some things that boost the number of successful businessmen in Indonesia namely moratiorium civil, economic crisis, and creative economy which is supported by the government. The prospective young entrepreneurs in Indonesia can increased from the students who are still in college by providing entrepreneurship-based curriculum because it is still very less enthusiastic students to prospective employers, characterized by 17% of students wanted to start their own business, others want to be profesional and civil servants (data from the Ministry of SMEs) after they graduate.

Young-Entrepreneur-wowrack

Most of young entrepreneurs enter the food & beverage and information & technology as their favorite sector. Nowadays, there are so many business competition and program which aim to leverage and help young entrepreneurs. I believe the economy of Indonesia will grow because of the emerging young entrepreneurs. The environment is better than few years ago though they are still young and lack of capital, they can cover it by seek an investment and mentorship program.

An entrepreneur tends to bite off a little more than he can chew hoping he’ll quickly learn how to chew it – Roy Ash

***

I am sorry for the late application, I just know this competition from my friend. I am actively involved in youth communities and entrepreneurship activities as well, also I am social media person so I am the right person you are looking for in youth entrepreneurship area 😀

Story About Rokus #8

Kunjungan ke-13
10 November 2012
William Lautama, Vincent & Hendydy Kwik

Timeline project akan selesai 14 November, kami bersyukur Rokus dengan 3 mitra sudah berjalan selama 3 minggu dengan tantangan halang merintang yang memberikan kami pengalaman berharga untuk berpikir & bekerja keras menghadapi dinamika lapangan yang di luar ekspektasi. Hari ini kami berkumpul di rumah Bu Yus untuk berdiskusi mengevaluasi perkembangan Rokus. Secara keseluruhan, mitra mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Rokus. Uang penghasilan dari Rokus digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari, menambah uang untuk membeli sepeda anaknya, dan bayar uang sekolah. Bentuk Rokus adalah social enterprise maka KPI Rokus adalah financial performance dengan pertumbuhan 146% terhitung sejak Rokus mulai berjualan 16 Oktober 2012.

 

Tantangan mitra saat ini :

  • Bu Yus (14 roti kukus/hari)
    Penjualan menurun karena banyak warga yang mengontrak di kontrakan Bu Yus pindah sejak sistem pembayaran listrik menggunakan sistem voucher.
  • Bu Wiwit (20 roti kukus/hari)
    Penjualan Bu Wiwit cukup baik ditambah ada kabar baik dalam waktu 1 bulan tempat les dekat rumah Bu Wiwit akan dibuka.
  • Bu Emi (17 roti kukus/hari)
    Penjualan menurun karena ada warga yang meniru bisnis roti kukus dengan lokasi lebih strategis (tepat di pinggir persimpangan) dengan harga lebih murah, kami & juri terkejut karena roti kukus ini belum berjalan 1 bulan namun sudah ditiru.

Berdasarkan identifikasi di atas, permasalahan mitra Rokus saat ini adalah lokasi yang kurang mendukung maka kami mencari beberapa lokasi alternatif baru yang dekat dengan rumah mitra karena mereka harus menjaga anak-anaknya di samping berjualan rokti kukus.

Kiri – kanan : Hendydy, William, Bu Wiwit & anaknya, Bu Emi & anaknya, Bu Yus, Joshua (perwakilan dari MSS FEUI), Bu Indri (juri dari Unilever), Mas Sauta (mentor dari Unilever), Mbak Dwi (dosen FEUI), dan Vincent. Verry sedang sakit sehingga tidak bisa ikut.

Setelah foto bersama, kami menawarkan juri & mentor mencicipi produk roti kukus. Kami senang dengan kedatangan juri & mentor sehingga mereka bisa melihat lokasi Cilincing, mitra, dan ide perubahan yang kami rencanakan 3 bulan lalu. Sementara menunggu Bu Yus membuatkan roti, kami ngobrol-ngobrol lebih santai. Juri & mentor menghargai apa yang kami lakukan dan menurut mereka tim Rokus cukup sukses membawa perubahan di Cilincing 😀

Kami cerita tentang kesan & proses pembelajaran selama ULAS. Secara keseluruhan & personal, kami memiliki cerita masing-masing. Kesan William, details do matter! Di minggu ke-3 project ketika konsultasi dengan mentor, saya belajar dinamika lapangan sangat menantang & ternyata tim Rokus memiliki banyak ‘lubang’ dalam perencanaan. Kesan Vincent, project Rokus ini semakin menggelitik jiwa sosial melihat orang-orang dengan kondisi kekurangan yang butuh bantuan kita. Terakhir, Hendydy bersyukur our efforts do matter! Beberapa kali, perjalanan dia tempuh naik motor dari Grogol ke Cilincing. Jarak yang cukup jauh dengan suhu Jakarta yang panas tidak menghalanginya. Kami be-4 bergantian ke Cilincing dan setiap weekend selalu ada yang datang. Pagi hari naik travel dari Bandung, sampai di Kelapa Gading, dilanjutkan naik busway, dan angkot ke lokasi. Kerja keras yang terbayarkan membuat kita semua bangga sudah melakukan sesuatu 😀

@WilliamLautama

5 tahap & 12 Tips Sukses Proses Seleksi Perusahaan

Source : Pak Wie Tjung Sudarma, Recruitment & Assessment Head at PT. Astra International Tbk

Saya = Pak Wie Tjung
Topik sharing saya kali ini adalah bagaimana mendapatkan calon karyawan yang tepat (bagi perusahaan). Sebenarnya topik ini berkaitan dengan topik beberapa waktu lalu yang pernah saya share yaitu tentang APA YANG DICARI PEMBERI KERJA DARI PENCARI KERJA.

Di sini akan lebih ditonjolkan proses seleksinya, saya harap teman-teman akan mendapatkan gambaran bagaimana proses seleksi tersebut berlangsung dan menjadi siap bila suatu saat nanti melewati tahapan itu. Saya akan sharing mulai dari latar belakang timbulnya keputusan penambahan tenaga kerja sampai bagaimana melewati masa pecobaan.

Penambahan karyawan (man power) selalu didasari oleh adanya kebutuhan perusahaan/bisnis. Sesuai dengan obyektif organisasi yang ingin dicapai di jangka pendek maupun jangka panjang. Maka akan keluar sejumlah strategi, untuk mengeksekusi strategi tersebut maka diperlukan orang-orang/karyawan dengan kualifikasi tertentu. Dari sini akan keluar yang namanya “people specification” (kompetensi teknis dan non teknis/soft), yang nantinya akan menjadi persyaratan saat membuat iklan, kriteria dalam seleksi/evaluasi psikologis & wawancara, skor yang harus dicapai pada tes kemampuan teknis dan kemampuan fisik tertentu (misalkan tinggi badan atau hal lainnya).

1. Iklan dan sortir surat lamaran
Saat sudah mengetahui kebutuhan spesifik apa yang dicari dari calon karyawan, maka pihak perusahaan (umumnya diwakili oleh HRD people) akan mencari media (cetak atau non cetak/internet/gagget/radio dll) dimana populasi dari target tersebut paling banyak.
Proses selanjutnya yang dilakukan oleh pemberi kerja saat setelah memasang iklan adalah memilah, mana calon yang akan dipanggil dan yang tidak akan dipanggil untuk proses lanjutan.
TIPS untuk Pencari Kerja
KENALI DIRI SENDIRI, apakah minat suadara sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Kalau tidak seusai, maka tanya secara jujur pada pada diri sendiri apakah saudara akan mencoba mulai belajar untuk menyukai tugas-tugas tersebut. Kalau tidak, maka lupakan posisi yang ditawarkan. Karena kalaupun saudara dapat melewati seluruh proses seleksi dan diterima di posisi tersebut, ujung-ujungnya saudara akan merasa tidak puas. Dan pasti saudara akan melepas posisi tersebut karena bosan. Dan mencari posisi lain. Hal ini akan buang2 waktu saudara.
TULIS CV SECARA BENAR, menulis CV tidak perlu berlembar-lembar dan jangan pula terlalu sedikit. Yang penting pada CV tersebut adalah apakah CV menggambarkan seluruh diri saudara termasuk kompetensi yang saudara miliki. Sehingga penting untuk mencantumkan seluruh pendidikan formal, pendidikan non formal (sebaiknya yang ada sertifikatnya dan yang relefan dengan posisi yang dilamar), akan baik bila ada sertifikasi khusus yang berhubungan dengan posisi yang dilamar, pengalaman kerja yang pernah dijalani (sedapat mungkin melampirkan surat keterangan kerja) dan tuliskan target karir saudara.
Buat CV saudara menjadi “compact” jangan terlalu banyak.
Perhatikan pemilihan kata-kata, jangan salah ketik, dan hati-hati (jangan sampai salah ketik) menuliskan nama kepada siapa CV tersebut ditujukan.
Ada yang sering bertanya, apakah CV atau lamaran harus ditulis dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia. Menurut saya, itu sangat tergantung dari perusahaan apa dan posisi apa yang saudara lamar. Untuk posisi Supervisory atau Analyst umumnya user “prefer” ditulis dalam bahasa inggris. Tetapi untuk saya sendiri hal itu tidak mutlak, saya lebih melihat keseusaian antara persyaratan yang saya harapkan dengan kualifikasi calon.
PHOTO, usahakan saudara mengirimkan photo dalam setting formal. Jangan mengirimkan foto yang santai. Bila memang saudara diminta untuk mengirimkan beberapa foto yang mencakup seluruh tubuh. Maka pas foto sebaiknya tetap dikirim.

2. Evaluasi Psikologis & Tes kemampuan teknis
Perusahaan dalam memilih calon karyawan selain mempertimbangkan minat, juga akan mempertimbangkan faktor potensi dan kompetensi. Mengingat faktor kompetensi dan potensi tidak dapat diidentifikasi langsung secara tepat dan akurat lewat surat lamaran, maka perusahaan melakukan proses seleksi lanjutan, umumnya evaluasi psikologis, atau dan tes kemampuan teknis.
Evaluasi psikologis tidak membutuhkan persiapan khusus, karena yang diukur adalah potensi dan kepribadian/karakter/soft competencies si calon. Yang patut dipersiapkan adalah istirahat yang cukup, tidak terlambat datang ke tempat tes dan sarapan sebelumnya.
Pada tes teknis diperlukan persiapan khusus, saudara harus belajar lagi, tentang teori atau praktek-praktek ketrampilan tertentu.
TIPS untuk pencari kerja
COMPANY VALUES, Cari informasi sebanyak2nya tentang perusahaan yang akan saudara lamar tersebut. Apa bisnisnya, siapa pelanggannya, apa pencapaian yang pernah di raih oleh perusahaan tersebut, siapa saja pesaingnya, dan cari ide-ide yang dapat saudara tawarkan untuk dikontribusikan pada perusahaan tersebut sesuai posisi saudara.
Dengan mengenali perusahaan tersebut dan bagaimana perusahaan tersebut mengelola usaha/bisnisnya, maka saudara akan bisa merasakan apa nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan (company values).
Cek apakah values tersebut berseberangan/bertentangan tidak dengan values saudara, kalau bertentangan, maka sebaiknya saudara jangan masuk perusahaan tersebut. Karena saudara akan tertekan saat harus menjalani peran saudara nanti dalam perusahaan. Karena akan selalu ada pertentangan dalam diri saudara dalam menjalankan tanggung jawab. Sehingga saudara kurang dapat maksimal dalam berkontribusi ke organisasi. Terlebih lagi saudara tidak akan merasa sejahtera di hati saat bekerja.
BELAJAR UNTUK TES KEMAMPUAN TEKNIS, cari tahu siapa teman saudara yang ada di posisi tersebut di perusahaan tersebut. Bila ada teman saudara yang sudah bekerja di sana. Tanya pada teman saudara tersebut, apa tugas-tugas rutin dan non rutin yang dikerjakan oleh teman saudara tersebut. Dari situ saudara akan dapat memperkirakan, apa saja ketrampilan teknis yang kira-kira dibutuhkan.
Cari literatur dan latihlah diri saudara untuk dapat menguasai pengetahuan dan ketrampilan tersebut.

3. Wawancara psikolog, wawancara User dan wawancara HRD
Setelah calon karyawan dianggap memenuhi persyaratan potensi dan teknis, maka ybs biasanya akan diinterview oleh psikolog. Pada interview dengan psikolog, sebenarnya yang dicari adalah seberapa soft comptencies (kepribadian ybs) sesuai dengan tuntutan di tempat kerja dan tuntutan nilai-nilai perusahaan. Mungkin saudara pernah mendengar, ada rekan saudara yang terkenal memiliki nilai tinggi dan selalu juara di kelas, tetapi tidak lolos pada interview psikologi. Hal ini mungkin saja terjadi. Karena tuntutan di tempat kerja tidak semata hanya kemampuan kognitif/otak, tetapi juga seberapa ybs dapat melakukan kerja sama dalam team, mampu secara mandiri menyelesaikan tugas dan ada beberapa yang lain.
Wawancara dengan user, biasanya lebih kepada penjajakan dari si atasan tentang seberapa calon karyawan baru ini mampu bekerja sama dengan anggota team yang sudah ada.
Sedangkan wawancara HRD lebih kepada informasi tentang paket kompensasi yang ditawarkan oleh perusahaan, termasuk berapa gaji yang ditawarkan.
TIPS untuk pencari kerja
JANGAN BOHONG, saat diinterview oleh psikolog, saudara haruslah mengungkapkan apa saja faktanya. Saran saya jangan saudara berbohong atau melebih-lebihkan fakta, karena apabila psikolog yang saudara hadapi adalah psikolog yang mahir dalam mewawancara, maka kemungkinan besar (saya bisa jamin 99%) pasti akan ketauan.
TENANG, saat menghadapi interview oleh siapapun, tampillah apa adanya. Tenang dan tidak usah cemas. Karena kan saudara tidak diminta untuk menceritakan tentang orang lain. Yang ditanyakan kepada saudara adalah tentang diri saudara sendiri. Yang semestinya sudah saudara kenali secara baik.
TEPAT WAKTU & KERAPIHAN, usahakan saudara melakukan pengecekan lokasi wawancara sebelum saudara datang di hari H. Karena bila saudara datang terlambat, akan membuat suadara menjadi lebih gugup dan cemas. Ini akan mengganggu penampilan saudara saat wawancara, kawatir pewawancara akan menyimpulkan hal yang berbeda tentang saudara. Usahakan datang maksimal 15 menit sebelum wawancara dimulai. Karena hal ini akan membuat saudara punya waktu untuk merapikan diri. Saudara bisa ke toilet dahulu untuk merapikan penampilan saudara (baik rambut maupun make up). Kalau bisa saudara membawa air minum dan membawa mouth refreshner. Agar saat wawancara saudara menjadi lebih percaya diri.
PERMINTAAN SALARY. Saat wawancara dengan HRD, pasti akan ada topik yang berkait dengan gaji/salary. Setiap kita pasti punya kebutuhan yang berbeda-beda akan uang dan perusahaan-perusahaan besar umumnya juga sudah punya patokan dalam memberikan gaji/salary. Umumnya perusahaan mematok angka tertentu untuk calon karyawan yang baru lulus. Khusus kepada para calon karyawan yang baru lulus, pertimbangkan tidak hanya gaji/salary untuk bergabung dengan suatu perusahaan tertentu. Tetapi kemungkinan berkembang (pelatihan yang disediakan), kemungkinan perkembangan karir dan nilai/values perusahaan tersebut.

4. Medical Check up
Tahapan berikutnya setelah seorang calon karyawan dapat melewati proses interview adalah pemeriksaan kesehatan. Perusahaan umumnya mengikutkan calon karyawan tersebut pada pemeriksaan kesehatan, karena ada 2 alasan utama, pertama adalah : apakah calon yang akan diterima ini cukup sehat (mampu secara fisik) bila nantinya akan diminta untuk bekerja sesuai tuntutan jabatannya. Kedua adalah untuk mencegah kemungkinan penularan penyakit di lingkungan perusahaan.
TIPS untuk penari kerja
MEDICAL CHECK UP sendiri sebelumnya. Saran saya, 1 tahun sebelum saudara lulus atau maksimal 6 bulan sebelum saudara lulus kuliah, maka ada baiknya saudara memeriksa kesehatan secara laboratoris dan fisik. Syukur-syukur hasilnya baik/sehat. Karena bila tidak sehat, maka saudara akan punya waktu untuk melakukan proses penyembuhan secara mandiri. Karena ada sakit-sakit tertentu yang proses penyembuhannya lama (berbulan-bulan) dan bisa menjadi alasan penolakan oleh perusahaan. Seperti : TBC, Hepatitis dsb.

5. Masa Percobaan
Pemutusan hubungan kerja dapat berlangsung kapan saja, mulai dari masa percobaan dan bahkan saat seseorang sudah bekerja dalam perusahaan.
Masa percobaan adalah 3 bulan pertama sejak seorang karyawan diterima berkerja pada perusahaan. Selama masa 3 bulan ini para pihak dapat memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kerja tanpa ada konsekuensi apapun (hal ini berbeda dengan karyawan kontrak).
Masa 3 bulan tersebut adalah masa yang relatif singkat bagi perusahaan (atasan langsung) untuk mendapatkan gambaran tentang seberapa kemungkinan karyawan yang baru diterima tersebut dapat memberikan unjuk kerja pada masa-masa mendatang.
Pada masa 3 bulan ini, atasan mencoba melihat penyesuaian diri ybs.
Tips untuk pencari kerja
KENALI LINGKUNGAN, pada hari pertama saudara bekerja, biasanya saudara akan diperkenalkan dengan seluruh rekan kerja saudara dan lingkungan kerja yang terdekat dengan saudara. Manfaatkan hal tersebut untuk mengenali, siapa-siapa di lingkungan kerja saudara, rekan kerja yang dapat diminta informasi. Cari tahu secepat-cepatnya apa yang boleh dan tidak lazim dilakukan di lingkungan kerja (Dos & DON’Ts). Dan usahakan dalam 3 bulan ini saudara tidak hanya mengenal teman-teman satu bagian saja, tetapi juga teman-teman lain di organisasi. Berlakukan seperti “new kid on the block”, untuk berinisiatif mengenalkan diri ke sebanyak mungkin karyawan yang ada di organisasi.
SEPAKATI TARGET 3 BULAN
Setelah mendapatkan briefing tentang apa peran dan tanggung jawab saudara sesuai dengan posisi yang saudara jabat. Tanyakan secara hati-hati/sopan (karena tidak semua atasan terbiasa dengan ini). Apa harapan atasan tersebut terhadap saudara dalam 3 bulan ke depan. Usahakan untuk mengkonversikan permintaan tersebut kepada hal-hal yang bersifat kwantitatif dan realistis.

Demikian sharing saya tentang upaya untuk bisa melewati proses seleksi di perusahaan 😀

Story About Rokus #7

Kunjungan ke-11
27 Oktober 2012
Vincent & Hendydy Kwik

Tim Rokus kembali ke Cilincing untuk mengunjungi para mitra yang sudah memulai penjualan roti kukus sejak tanggal 16 Oktober 2012. Kami pergi ke tempat Bu Yus selaku kepala Mitra yang membantu mengoordinir mitra-mitra Rokus lainnya.

Sesampainya di depan rumah Bu Yus, terlihat ada pembeli yang sedang menunggu Bu Yus membuatkan roti kukus. Kami pun melihat bagaimana cara Bu Yus membuat roti kukus yang sudah pernah kami berikan pelatihan dan hasilnya memuaskan. Setelah melayani pembeli yang datang, kami diajak ke rumah Bu Yus untuk ngobrol-ngobrol. Kami menanyakan perkembangan penjualan dari Bu Yus beserta dengan mitra yang lain. Untuk Bu Yus sendiri, penjualan dari hari ke hari cukup stabil, ±20 buah/hari. Kalau lagi ramai sekali, bisa mencapai 30 buah. Untuk mitra yang lain, penjualan Rokus juga hampir sama banyak, ±20 buah/hari. Rokus dengan rasa coklat, strawberry, susu, dan keju merupakan favorit dan paling sering dipesan oleh para pembeli.

Melihat keseriusan para mitra untuk melakukan penjualan dari hari ke hari membuat tim kami lebih bersemangat lagi dalam ULAS ini. Kami pun ngobrol lebih lanjut soal permasalahan yang dihadapi oleh Bu Yus. Sejauh ini tidak ada masalah yang berat, hanya masalah-masalah yang kecil dan mampu ditangani oleh para mitra. Masalah yang lumayan berat mengenai selai untuk Rokus, selai yang dipakai oleh para mitra merupakan selai yang dipesan dan dibawa oleh tim Rokus dari Bandung ke Jakarta. Untuk selai-selai favorit seperti coklat dan strawberry sudah habis sejak pertama kali dibawakan oleh tim Rokus. Bu Yus sudah mencoba untuk mencari pengganti selai sejenis di dekat Cilincing akan tetapi selai coklat dan strawberry yang dibeli dari segi kualitas dan rasa kalah dari selai yang dibawa dari Bandung. Hal ini cukup mengganggu karena para mitra harus agak sedikit bergantung pada tim Rokus soal selai. Para mitra sedang berusaha untuk mencari selai yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh tim Rokus.

Selanjut soal mitra lain, Bu Wiwid. Dari cerita yang disampaikan oleh Bu Yus bahwa Bu Wiwid agak kurang koperatif dalam bekerja sama. Sesuai dengan kesepakatan dan peraturan yang telah kami setujui bahwa setiap penjualan dari Rokus harus disetorkan kepada Bu Yus selaku kepala mitra sehingga tim Rokus dapat mengontrol uang untuk dikelolah kembali. Bu Wiwid juga tidak menuruti peraturan di mana apabila bahan baku habis (seperti selai, mentega, keju, plastik, dll) harus melaporkan kepada Bu Yus sehingga Bu Yus dapat mengatur untuk membeli barang tersebut sehingga mempunyai standar yang seragam, tetapi Bu Wiwid sendiri langsung membeli barang tersebut tanpa persetujuan Bu Yus. Mendengar hal tersebut, kami pun mengunjungi Bu Wiwid setelah dari rumah Bu Yus.

Kami pun berangkat ke tempat Bu Wiwid untuk berdiskusi. Bu Wiwid mulai menjual roti kukus mulai jam 3 siang sampai jam 10 malam karena di daerah tersebut ramai di atas jam 3 menurut Bu Wiwid. Kami pun menanyakan permasalahan yang dihadapi oleh Bu Wiwid, tetapi sampai sejauh ini masih belum ada. Kami pun melakukan pendekatan kepada Bu Wiwid untuk mengingatkan kembali setiap hasil penjualan dari Rokus harus disetorkan kepada Bu Yus setelah dipotong komisi untuk para mitra Rp 1.000 per penjualan dan harus mengambil bahan baku yang sudah habis dari depot tempat Bu Yus.

Kami tidak ke tempat mitra ketiga, yaitu Bu Emi karena keterbatasan waktu dan tempat Bu Emi yang jauh. Penjualan Bu Emi bisa dikatakan bagus sekali karena menurut Bu Yus daerah tempat Bu Emi, para anak-anak di sana telah mempunyai penghasilan sendiri sehingga daya konsumsi di sana lebih bagus. Beberapa masukan dari Bu Yus :

  • Apa yang harus dilakukan dengan uang yang telah dikumpulkan dari mitra setelah dipotong komisi? Apakah disimpan ke tabungan Bu Yus sendiri dengan pencatatan yang telah memadai atau bagaimana? Kami menyarakan untuk membuka tabungan di Koperasi Kasih Indonesia.
  • Bu Yus memerlukan transportasi sepeda untuk mengontrol para mitra lainnya dan untuk membeli bahan baku di pasar. Kami berencana untuk bekerja sama dengan KKI supaya Bu Yus dapat melakukan cicilan sepeda di KKI.
  • Jangan hanya jualan Rokus saja, coba roti burger dan sejenisnya dengan resiko mudah ditiru.

 

Kunjungan ke-12
4 November 2012
Verry Anggara

Pada kunjungan ini, saya datang bersama Joy Enrico, tim ULAS dari MSS FE UI, kami tiba di cilincing dari pukul 10 pagi. Agenda kali ini adalah untuk survey kinerja klien, re-stock selai, dan mentoring. Pertama-tama kami mengunjungi Bu Yus untuk memantau, setelah nngobrol bu Yus bercerita kalo tanggapan warga terhadap Rokus ini sangat bagus dan sangat membantu. Sehari-hari tiap gerobak bisa menjual diatas 15 roti tiap hari. Dari data juga terlihat bahwa penjualan rata-rata dari 3 gerobak adalah 57 roti tiap hari (target kami adalah 60 roti tiap hari). Tapi bu Yus mengalami masalah mengenai pencatatan, sebelumnya bu Yus melakukan pencatatan di 1 buku saja dan ternyata cukup menyulitkan sehingga bu Yus kemudian memutuskan untuk memisahkan pencatatan tiap gerobak di 3 buku yang berbeda. Namun, berdasarkan cerita bu Yus belakangan ini penjualan di gerobaknya menurun, sementara penjualan di gerobak Bu Emi dan Bu Wiwid meningkat. Hal ini menjadi tugas tim Rokus untuk mengidentifikasi penyebab & memberikan rekomendasi.

 

Minggu lalu, Bu Yus mencari selai di daerah Cilincing untuk menjadi pengganti selai yang kami bawa dari Bandung dan blueberry sudah ditemukan toko yang menjual selai dengan rasa dan kualitas yang setara bahkan lebih baik dengan selai kami, namun untuk selai coklat yang kami bawa dari bandung masih lebih bagus kualitasnya. Hari itu saya membawa 7 kg selai berbagai rasa yang akan di stock untuk ke-3 gerobak.

Setelah dari bu Yus kami kemudian mengunjungi tempat bu Emi, saat itu kebetulan bu Emi sedang tidak berjualan. Bu Emi mengatakan berjualan rokus sangat membantu penghasilan keluarganya, dia bisa berjualan roti kukus sambil bekerja mengupas kerang di rumahnya. Hanya saja menurut pengakuan bu Emi, beberapa hari terakhir penjualannya menurun, salah satu penyebabnya karena ada truk besar yang parkir di depan rumahnya yang menghalangi gerobaknya.

Setelah dari tempat bu Emi, kami kemudian berkunjung ke tempat bu Wiwid, waktu itu bu Wiwid juga sedang tidak berjualan karena bu Wiwid lebih laris berjualan di malam hari, bu Wiwid adalah klien dengan penjualan tertinggi belakangan ini.

Setelah dari tempat bu Wiwid, saya kemudian bertemu dengan mentor untuk konsultasi mengenai Rokus. Poin penting dari mentor adalah mengenai pertumbuhan bisnis, jadi kita harus menunjukan kalo Rokus bisa growth, walaupun 2 minggu penjualan belum bisa memperlihatkan trend penjualan Rokus. Jadi selama 2 minggu terakhir ini kami harus bisa melakukan analisis terhadap hasil penjualan Rokus setiap hari. Untuk melihat apa yang menyebabkan penjualan tinggi (>30 buah) atau rendah, kemudian dari analisis itu akan dihasilkan rekomendasi yang diberikan kepada tiap klien Rokus agar penjualannya bisa terus meningkat.

Story About Rokus #6

Kunjungan ke-9
7 Oktober 2012
Verry Anggara

Agenda kami berikutnya adalah membeli kompor dan buleng yang akan digunakan pada gerobak Rokus. Sebenarnya ini sudah kami agendakan dari 2 minggu yang lalu namun dikarenakan dana dari Unilever yang tak kunjung turun, timeline kami kemudian terus mundur, bahkan terkadang kami menggunakan uang pribadi kami untuk membiayai keperluan Rokus yang benar-benar penting. Uang yang kali ini akan kami gunakan untuk membeli kompor dan buleng berasal dari uang pribadi kami dan sebagian dari uang yang dipinjamkan teman/saudara

Kunjungan kali ini sebenarnya direncanakan untuk dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus, awalnya saya dan William yang mendapat giliran untuk berkunjung kesana. namun karena ada miskomunikasi akhirnya kunjungan pada hari sabtu tersebut batal. Kami kemudian mengagendakan untuk berangkat ke CIlincing pada hari minggu, namun sayangnya karena ada acara keluarga yang tidak bisa saya tinggalkan maka saya tidak bisa menemani William untuk berkunjung ke CIlincing pada hari minggu tanggal 7 tersebut. Untuk mengganti kunjungan tersebut saya kemudian mengagendakan untuk berkunjung pada hari Senin tanggal 8 Agustus. William tidak bisa ikut karena ada janji dengan dosen pada hari itu.

Pada hari senin saya berangkat sendiri dari rumah Saudara di daerah Slipi ke CIlincing sekitar jam 9 pagi. Disana saya langsung menuju ke pasar Kalibaru untuk mendatangi toko tempat penjual kompor dan buleng yang sbelumnya sudah disurvey oleh William dan Vincent. Pertama saya membeli kompor Rinnai sebanyak 3 buah seharga Rp 375.000, dan selang gas seharga Rp 195.000. kemudian setelah membeli kompor saya kemudian mencari tempat untuk mencari buleng yang persis sama dengan buleng yang digunakan oleh William di gerobaknya di bandung. Namun sayangnya setelah berkeliling cukup lama, saya tak menemukan buleng seperti itu, ada beberapa buleng dengan desain yang berbeda namun saya khawatir hasilnya akan berbeda bila digunakan untuk Rokus.

Karena sudah sore dan tidak menemukan buleng yang diinginkan, saya kemudian mengantarkan kompor yang telah dibeli tadi ke Bu Yus untuk disimpan sementara. Saya meminta tolong kepada bu Yus untuk mencari Buleng keesokan harinya di pasar Kalibaru. Setelah menyerahkan uang dan berbincang-bincang cukup lama saya kemudian kembali ke Bandung. Kami berharap secepatnya klien kami bisa berjualan untuk membantu pemasukan keluarga mereka

 

Kunjungan ke-10
14 Oktober 2012
William Lautama

Dalam kunjungan kali ini William bertemu dengan ke3 mitra Rokus di Cilincing yang berperan sebagai penjual dalam operasional sehari-hari Rokus. Maaf gambarnya kurang jelas

Bu Wiwid, Bu Emi, dan Bu Yus

Bu Wiwid sebagai mitra
Bu Emi sebagai mitra
Bu Yus sebagai mitra dan supervisor

Bu Emi merupakan calon mitra yang baru dikenal karena calon mitra sebelumnya bekerja selagi menunggu persiapan Rokus. Bu Emi, seperti ibu yang lainnya, juga memiliki 3 orang anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP. William berkenalan dan menjelaskan konsep Rokus sampai operasional secara detail. Ada kontrak yang wajib disepakati antara Rokus dan mitra Rokus. Terlihat jelas dari raut muka dan nada bicara ke-3 calon mitra Rokus tidak merasa nyaman dengan adanya kontrak ini, maka William menjelaskan dan memotivasi ke-3 calon mitra Rokus supaya mengerti dan mau menandatangani kontrak. Tantangan yang besar untuk memotivasi supaya mereka mengerti keberadaan kontrak ini sebab biasanya mereka bekerja atau kehidupan sehari-hari hampir tidak pernah menggunakan kontrak. Setelah dibantu supervisor Rokus (Bu Yus) yang memberi penjelasan, ke-2 mitra lainnya mau mengerti dan menandatangani kontrak tersebut.

Komponen sumber daya Rokus dari sisi fasilitas operasional (solet, buleung, kompor, dan lain-lain) dan gerobak juga sudah ada. Rokus di Cilincing sudah bisa memulai penjualan secepatnya setelah membeli bahan baku (selai dan roti kukus).

Story About Rokus #5

Kunjungan ke-8
30 September 2012
Vincent & Hendydy Kwik

Sudah sebulan lebih projek ULAS berjalan, semangat & motivasi kami (tim Rokus) sempat turun untuk melanjutkan projek ULAS tersebut. Cukup banyak masalah yang datang; tidak semudah yang kami perkirakan di awal projek saat perencaan. Seperti pada umumnya, lebih mudah merencanakan daripada melakukan dan hal ini benar-benar terbukti. Salah satu hal yang membuat semangat dan motivasi turun adalah merasa cukup jenuh dan capek karena kami harus bolak-balik Bandung-Jakarta hampir setiap minggu, keterbatasan transportasi untuk menjangkau Cilincing, masih belum mendapatkan supplier roti yang menjadi hal yang sangat penting, pencairan dana tahap dua yang belum turun dimana kelompok kami benar-benar membutuhkan dana tersebut untuk melanjutkan tahap berikutnya, membagi waktu kuliah dengan tugas-tugas cukup banyak, tugas akhir, serta kegiatan lainnya benar-benar menguras waktu dan energi.

Setelah bertemu dengan para mentor dan NGO-KKI, kami mulai bangkit kembali. Berbagai masukan, pendapat, motivasi, serta dorongan dari para mentor dan NGO membuat kami lebih bersemangat lagi untuk menjalankan projek ULAS ini.

 

Minggu, 30 September 2012, Vincent dan Hendydy berangkat dari Bandung ke Jakarta untuk menyelesaikan hal-hal yang sempat tertunda dengan masukan dari para mentor dan NGO. Dari Bandung, kami sudah membawa selai yang akan menjadi varian roti kukus yang akan dijual yaitu coklat, blueberry, strawberry, dan kacang dimana merupakan rasa yang cukup populer dan disukai oleh masyarakat pada umumnya. Sesampainya di Jakarta, kami langsung ke Cilincing.

Hal pertama yang kami lakukan adalah ke tempat pembuat gerobak di mana kami sudah berjanji akan melunasi gerobak yang kami pesan (Sebenarnya gerobak tersebut sudah jadi dari minggu lalu, 23 September 2012 dan dikarenakan dana masih belum turun maka kami meminta pengertian dan kesediaan pembuat gerobak untuk menunggu). Kami berusaha melunasi gerobak tersebut dengan uang pribadi yang kami kumpulkan sambil menunggu dana tahap kedua dari Unilever Indonesia. Kami mengecek semua gerobak pesanan kami telah sesuai dengan spesifikasi yang kami minta. Ada sedikit perbaikan dan penyempurnaan terakhir yang harus dilakukan sebelum diantar.

Sambil menunggu perbaikan dan penyempurnaan terakhir, kami pun berkunjung ke rumah Ibu Yus terlebih dahulu untuk ngobrol dan memberitahu persiapan terakhir kami. Kami menitipkan selai yang telah dibawa dari Bandung kemudian kami pun ke pasar setempat untuk membeli berbagai perlengkapan untuk menjual. Mulai dari mentega, keju, susu kental, kotak selai, capitan roti, pisau roti, talenan, tabung gas, dan lain-lain. Kami berkeliling untuk membeli peralatan tersebut hingga sore. Kami juga membeli rantai dan gembok untuk masing-masing gerobak agar gerobak tersebut aman dan tidak dicuri. Peralatan yang belum terbeli adalah kompor gas beserta selang dan bulengan karena uang yang kami kumpulkan sendiri sudah tidak cukup untuk membeli peralatan tersebut.

Setelah selesai mencari peralatan yang dibutuhkan, kami pun kembali ke tempat pembuatan gerobak dan semua gerobak telah selesai dibuat dengan sempurna. Kemudian gerobak tersebut pun diantar : satu gerobak diantar ke rumah Bu Yus dan dua gerobak lainnya diantar ke rumah Bu Wiwid. Persiapan menjual pun uda mencapai 70%. Semua peralatan dan barang yang dibeli sudah dibagi menjadi 3 bagian buat masing-masing gerobak. Tinggal kompor gas, selang, dan bulengan yang belum dibeli serta desain untuk gerobak dan menu.

Sebelum meninggalkan Cilincing, kami pun mengunjungi rumah Bapak Haji Baso, pemilik Alfamart yang akan menjadi tempat kami untuk berjualan roti kukus. Kami bertemu dengan Ibu Mus, istri Bapak Haji Baso dan beliau telah memberi izin buat kami berjualan dengan harga Rp 300.000 perbulan. Bu Mus tidak keberatan kalau kami menaruh gerobak kami di sana walaupun masih belum berjualan dan uang sewa bisa menyusul setelah mulai berjualan. Hal ini merupakan hal yang sangat positif menurut kami.

Setelah itu, kami singgah kembali ke rumah Bu Yus karena mau bertemu dengan salah satu teman Bu Yus yaitu Bapak Ahmadi yang akan menjadi mitra kami untuk mengambil roti di daerah Jelambar. Produsen roti yang kami dapatkan belum bersedia mengantar roti tersebut ke daerah Cilincing sehingga mitra kami harus mengambil sendiri ke produsen roti tersebut. Dikarena mitra penjual kami adalah ibu-ibu dan tidak memiliki motor sehingga kami bekerja sama dengan Bapak Ahmadi untuk mengambil roti tersebut di malam hari setelah Bapak Ahmadi pulang kerja. Kami pun berangkat bareng beserta Bapak Ahmadi dan anak Bu Yus, Mas Eko untuk mengetahui lokasi produsen roti.

Salah satu yang cukup menarik dan membuat kami sadari esensi dari projek ULAS di Cilincing adalah ketika akan pulang ke rumah saudara kami di Jakarta. Motor yang kami bawa kebetulan lampunya putus sehingga harus diganti terlebih dahulu (sudah malam sehingga cukup berbahaya membawa motor tanpa lampu depan). Kami singgah ke salah satu bengkel untuk memperbaiki lampu motor tersebut. Di bengkel tersebut, ada salah seorang montir yang memperbaiki lampu motor kami. Menurut kami montir tersebut sangat ramah dan sabar sekali. Dia bertanya kepada kami, kenapa kalian kelihatan buru-buru banget sambil memperbaiki lampu motor. Gak apa-apa kok mas, bisa diperbaiki, ini pasti ada maksudnya. Kalau sudah begini, tenang saja. Sambil menunggu lampu tersebut diperbaiki, kami sempat ngobrol dengan anak Bu Yus dan mas Eko.

Vincent : Mas, sudah umur berapa sekarang? Masih sekolah mas?
Mas : Seharusnya sudah kuliah mas, tetapi saya sampai tamat SMA saja, enggak punya uang buat lanjut kuliah.
Vincent : Jadi sekarang sibuk ngapain saja mas? Lagi bantu orang tua?
Mas : Lagi cari kerja sih mas, baru belakangan ini berhenti bekerja.
Vincent : Sebelumnya kerja di mana mas?
Mas : Sempat kerja di kapal penangkap ikan di Bali mas, tapi sudah berhenti.
Vincent : Kenapa mas?
Mas : Awalnya ditawarin sama teman warga Cilincing juga, mau kerja di kapal pengangkapan ikan enggak? Gajinya lumayan besar lho. Dikarenakan harus membantu orang tua, saya bersedia bekerja untuk membantu orang tua. Sesampainya di kapal penangkap ikan, saya dipaksa bekerja dari jam kerja biasa (suka disuruh lembur), tidak dikasih istirahat. Gaji yang diberikan tidak sesuai yang dijanjikan, hanya setengah dari yang dijanjikan. Tidak boleh berhubungan dengan keluarga, hanya saat keadaan yang sangat penting dan darurat saja dan itu pun harus melalui kapten kapal. Saya dikontrak selama sepuluh bulan. Kalau di kapal ada masalah, keluarga tidak akan diberitahu kabar dari anggota keluarganya. Malah keluarga sempat berpikir saya sudah meninggal karena sempat ada kabar kalau ada kapal yang tenggelam.
Vincent : Jadi sekarang masih cari kerja ya?
Mas : iya mas.
Vincent : (Dalam hati, kasihan juga ya. Berasa beruntung masih dapat kesempatan kuliah sedangkan orang lain harus sudah bekerja membantu orang tua dan keluarga).

*Lampu motor pun telah selesai diperbaiki. Monitir tersebut pun mengatakan : hati-hati mas pulangnya (ketemu orang-orang yang benar-benar ramah, terasa beda).

 

Side story : Mas Eko menurut kami ada sedikit keterbatasan, mempunyai keterbatasan fisik dengan ukuran tubuh. Tetapi yang membuat kami terkagum adalah semangat beliau untuk bekerja. Walaupun mempunyai sedikit keterbatasan fisik, masih mampu bekerja seperti manusia biasa lainnya. Hal yang luar biasa adalah dia mau membantu kami untuk mengambil roti ke Jelambar dari Cilincing (beliau bekerja di daerah Sunter, jadi sepulang kerja dari Sunter singgah ke Jelambar terlebih dahulu untuk mengambil roti). Dari Cilincing ke Jelambar menurut kami lumayan jauh, akan tetapi ketika sampai di tempat produsen roti, dia mengatakan sambil senyum tulus “tempatnya cukup dekat” padahal tadi jalannya agak muter-muter. (Kami yang membawa jalan dari Cilincing ke Jelambar, kebetulan kami bukan orang Jakarta juga). Dalam hati, padahal menurut kami jarak tersebut lumayan jauh. Bapak Ahmadi bersedia menjadi mitra kami untuk mengambil roti dari Jelambar ke Cilincing dan kami akan membayarnya setiap pengambilan.

Sore hari sekitar jam 5 kami pun berpisah dan pulang ke tempat masing-masing. Setelah pulang rumah, kami baru benar-benar menyadari esensi dari projek ULAS ini selama ini dari orang-orang yang kami temui seharian di Cilincing. Agak susah diungkapkan dengan kata-kata tetapi bisa dibilang senang sekali dapat membantu orang lain yang kurang mampu dengan kemampuan yang kami miliki (Apalagi mendapat dana dari Unilever dan kami tinggal menjalankan projek tersebut dengan mendapat bimbingan dari pihak Unilever beserta mentor-mentor dan NGO). Kadang kita suka merasa masalah yang kita hadapai sangat sulit sekali, padahal baru masalah kecil yang berhubungan dengan masalah kuliah atau pribadi. Akan tetapi, orang-orang tersebut harus menghadapi berbagai masalah, masalah keluarga, biaya hidup, bagaimana cara mendapatkan penghasilan tambahan, membantu orang tua, dan masih banyak lainnya.

Bahagia itu sederhana sekali 😀